Feed Me Kiki on Twitter

Orang Kecil Orang Besar

Tuesday, June 2nd, 2009 · by Gus Mus

anak-kragilanSuatu hari yang tak cerah
Di dalam rumah yang gerah

Seorang anak yang lugu
Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu

Ayahnya berkata:
Anakku,
Kau sudah pernah menjadi anak kecil
Janganlah kau nanti menjadi orang kecil!
“Orang kecil kecil perannya kecil perolehannya,” tambah si ibu
“Ya,” lanjut ayahnya
Orang kecil sangat kecil bagiannya, anak kecil masih mendingan

Rengek Ayah dan Ibu berganti-ganti menasehati:
“Ingat, jangan sampai jadi orang kecil
Orang kecil bila ikhlas diperas
Jika diam ditikam
Jika protes dikentes
Jika usil dibedil,”
“Orang kecil jika hidup dipersoalkan
Jika mati tak dipersoalkannya, didengarkan
Suaranya diperhitungkan
Orang kecil tak boleh memperdengarkan rengekan
Suaranya tak suara,”

Sang Ibu wanti-wanti:

“Betul jangan sekali-kali jadi orang kecil
Orang kecil bila jujur ditipu
Jika menipu dijur
Jika bekerja digangguin
Jika mengganggu dikerjain,”

“Lebih baik jadi orang besar
Bagiannya selalu besar.”
“Orang besar jujur-tak jujur makmur
Benar-tak benar dibenarkan
Lalim-tak lalim dibiarkan.”
“Orang besar boleh bicara semaunya
Orang kecil paling jauh dibicarakannya saja.”
“Orang kecil jujur dibilang tolol
Orang besar tolol dibilang jujur
Orang kecil berani dikata kurangajar
Orang besar kurang ajar dibilang berani.”
“Orang kecil mempertahankan hak disebut pembikin onar
Orang besar merampas hak disebut pendekar.”

Si anak terus diam tak berkata-kata
Namun dalam dirinya bertanya-tanya:
“Anak kecil bisa menjadi besar
Tapi mungkinkah orang kecil
Menjadi orang besar?”
Besok entah sampai kapan
si anak terus mencoret-coret
dinding kalbunya sendiri:

“Orang kecil??? Orang besar!!!”

(Kumpulan Album Sajak Sajak A. Mustofa Bisri)


Berdaulat Atas Perut Sendiri

Friday, April 3rd, 2009 · by Roem Topatimasang (YPRI)

Dalam satu debat publik di salah satu siaran televisi nasional, menjelang babak akhir pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Oktober 2004, seorang pakar pertanian yang dinominasikan sebagai salah seorang calon Menteri Pertanian dalam kabinet pemerintahan baru, mengeluarkan satu pernyataan menarik: “Kalau isi perut kita saja masih ditentukan oleh orang luar, maka sebenarnya kita belum merdeka sama sekali!”.


Dunia Pasar Modal Kiki

Friday, April 3rd, 2009 · by Bre Redana (Kompas)

Berkecimpung di dunia pasar modal, apa yang dipelajari dari situ? “My word is my bond.” “Bond” yang dimaksud di sini pengertiannya khusus, yakni obligasi, semacam bentuk investasi yang aman karena menjanjikan kupon bunga yang tetap dan pengembalian sebesar nilai per kapita ketika jatuh tempo. “Bisnis pasar modal adalah bisnis ‘trust’, kepercayaan. Itu berlaku untuk semua hal.”


Perempuan dan Takdir Sosial

Thursday, April 2nd, 2009 · by Kiki Widyasari
Perempuan dan Takdir Sosial

Perempuan dan Takdir Sosial

AKU lahir dari rahim kultur Jawa, sebuah kultur yang sering dianggap banyak orang “kurang ramah” terhadap eksistensi kaum perempuan; perempuan diposisikan sebagai “kanca wingking” (teman di belakang) yang konotasinya hanya mengurusi peran-peran domestik untuk mengabdi kepada suami (laki-laki). Dalam kultur ini istilah mengabdi bisa diperluas padanannya, misalnya nyuwito, ngabekti dan lainnya yang maknanya ya seputar sub-ordinasi perempuan atas laki-laki. Itu pun masih dengan embel-embel yang bunyinya: perempuan harus nrimo, pasrah sumarah (baca: rela untuk ditindas laki-laki).